Tradisi Sabung Ayam Di Indonesia Sudah Berabad-Abad

Sebuah penemuan berita judi sabung adu ayam rumah di New York untuk pecinta hewan. Memang, di era modern ini, sekarang saatnya untuk menghentikan kekerasan pada hewan. Walikota New York sendiri akan menghapus kereta kuda di Central Park, terutama adu ayam benar-benar menyiksa.

Kabar tentang perlindungan hewan memicu aktivis lokal mulai mengendus ketika hal yang sama dilakukan di Indonesia. Sabung ayam, tingkat yang sebenarnya, termasuk perjudian ilegal di negara itu. Pembongkaran daerah perjudian beberapa kali sebelum polisi. Meskipun kemudian muncul dan muncul kembali.

Untuk memahami sabung ayam di Indonesia, dapat diamati antara judi murni atau bagian dari tradisi keagamaan? Dalam beberapa ritual, adu ayam harus diadakan. Adalah pengembangan waktu dapat menghapus sisi seremonial, tergantung pada sejauh mana kebijakan pendeta, Dalam perjalanan sejarah bangsa ini, usia adu ayam hampir setua pembentukan masyarakat di pulau-pulau Nusantara. Dari Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi mempunyai cerita tentang adu ayam.adu ayam

Di Jawa, sabung ayam ini berasal dari cerita rakyat (folklore) Cindelaras yang memang mempunyai ayam sihir dan dia diundang oleh raja Jenggala bernama Raden Putra untuk coba beradu ayam.

Jika Cindelaras ayam kalah maka ia bersedia kepalanya dipotong, tetapi jika Anda menang maka setengah kekayaan ayam Raden Putra milik Cindelaras. Dua ekor ayam yang berjuang dengan gagah. Tapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras ayamnya menaklukkan Raja. Akhirnya raja untuk menyerahkan kepada Cindelaras ayamnya kembali dan menyadari bahwa Cindelaras tak lain merupakan anaknya sendiri yang terlahir dari seorang ratu yang tersingkirkan karena kecemburuan dari selir.

Dalam sejarah nyata, adu ayam peran dalam pembentukan kerajaan Jawa. Sabung ayam menjadi peristiwa politik di masa lalu, terkait Singosari. Dikisahkan terjadi mengorganisir sabung ayam di dalam Kerajaan Singosari. Peraturan yang berlaku adalah mereka yang akan masuk ke arena sabung ayam dilarang membawa senjata api atau keris.

Anusapati sebelum berangkat ke arena sabung ayam, ibu Ken Dedes Anusapati menasihatinya untuk tidak pernah sekalipun meninggalkan atau menaruh keris itu jika ia ingin menonton pertarungan sabung ayam yang diselenggarakan di Istana, tetapi saat belum dilaksanakan sabung ayam, terpaksa ia melepaskannya karena desakan Pranajaya belati dan Tohjaya.

Pada waktu itu ada kekacauan dan akhirnya peristiwa yang terjadi Ken Dedes takut kekacauan yang merenggut nyawa Anusapati tergeletak mati di arena sabung ayam Tohjaya tertusuk saudaranya bunuh diri warisan keris.

Comments are closed.