Perbedaan Yang Terdapat Pada Ayam Kampung Terhadap Ayam Bangkok

Perbedaan ciri antara ayam kampung dan ayam bangkok. Semua penggemar ayam aduan, pasti ingin memiliki ayam aduan yang berkualitas seperti ayam bangkok asli walaupun ayam aduannya berasal dari ayam bangkok lokal. Tujuannya adalah benar-benar memiliki ayam aduan yang bermental kuat, pantang menyerah dan memiliki teknik serta pukulan yang menyerupai atau setidaknya mendekati ayam bangkok yang asli.

Jadi perlu bagi kita untuk mengetahui dengan jelas perbedaan yang dimiliki oleh ayam kampung dan ayam bangkok, karena sifat buruk karakter ayam kampung yang sering kabur saat bertarung dapat mempengaruhi ayam bangkok bermental ayam petarung. Selain itu juga kita pun jadi tidak mudah tertipu oleh para penjual ayam bangkok asli.

Untuk dapat mengetahui perbedaan ciri-ciri tersebut dapat dibaca uraian berikut ini yang dikumpul berdasarkan kumpulan informasi yang didapat dari para senior pencinta adu ayam. Inilah perbedaan-perbedaan tersebut :

 

  1. Suara Kokok

– Suara kokok ayam bangkok memiliki suara yang khusus, sehingga suara kokoknya sering dijadikan tolak ukur dalam membedakannya dengan suara kokok ayam aduan lainnya terutama dengan garis keturunan hasil perkawinan campur dangan ayam kampung.

– Ayam bangkok tidak memiliki jenis kokokan yang seperti sedikit berirama merdu, suaranya tidak serak dan tidak lantang, dan suara kokok yang panjang.

 

  1. Muka

– Ayam bangkok mempunyai kelopak mata yang berbentuk seperti telur pada umumnya, mata yang cekung, tulang alis tegas dan tegap.

– Tulangan yang dihasilkan oleh ayam kampung silangan adalah tidak terlihat kokoh dngan kelopak matanya bulat, tulang alis lebih tipis. Pada bagian mata dan alis rata ralatif sedikit cekung, paruhnya bersifat pendek, kecil dan juga tidak berparit.

 

  1. Sorot Mata

– Ayam bangkok memiliki sorotan mata yang tajam, dan kornea matanya yang bagian hitamnya lebih kecil.

– Baik ayam kampung maupun ayam turunan diluar ayam bangkok asli memiliki sorot sinar mata yang kurang tajam, namun hampir mirip dengan ayam bangkok asli. Jadi penting bagi kita untuk dapat menggunakan faktor lain untuk membedakannya, seperti faktor kokokan suaranya.

 

  1. Kuping Dan Pial

– Ayam bangkok umumnya memiliki kuping yang kecil dan pial hampir ga ada. Maka, dapat dipastikan bahwa ayam yang memiliki kuping dan pial yang besar merupakan ayam aduan hasil dari keturunan silang.

 

  1. Postur Fisik

– Postur tegak dan kokoh seperti ayam bangkok juga sering mengalir ke turunan ayam silangnya, sehingga banyak pula ayam kampung memiliki postur ayam bangkok/

– Untuk memastikan harus dicek kepadatan tekstur badan dan struktur tulangnya. Fisik ayam bangkok asli dipastikan memiliki sifat yang keras dan padat, disertai tulang yang besar dan keras. Sehingga ayam bangkok sangat cocok dijadikan unggulan dalam sabung ayam

 

  1. Warna Bulu

– Warna bulu bawaan dari ayam kampung terlihat pada bulu sayap. Pada bulu sayap yang berwarna hitam didapati banyak bercak kecoklatan hampir meneluruh dibagian sayap tersebut.

– Apabila hanya terdapat sedikit bercak tidak menjadi masalah.

 

  1. Mental Tarung

– Ayam bangkok dewasa ketika kalah dalam pertandingan, hal itu akan membuatnya menjadi lemah mental dan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk kembali. Martabat tinggi ayam bangkok mengenai bertarung akan rusak apabila ayam tersebut mengalami kekalahan saat bertarung. Karena ayam bangkok sangat membenci kekalahan.

– Kebanyakan ayam kampung memiliki mental bawaan yang apabila sudah kalah bertanding, mentalnya dapat kembali dalam jangka waktu yang relatif cepat. Ayam kampung biasanya juga berani melakukan adu ayam terhadap lawannya berkali-kali.

Comments are closed.