Ayam Cemani Asal Indonesia Berbulu Hitam

Ayam cemani merupakan ayam lokal yang dikembangbiakan di desa Kedu, Magelang, desa Kalukuto, Temanggung dan kecamatan Grabag. Menurut penggemar adu ayam, ayam cemani dilestarikan pada tahun 1924 oleh Tjokromihardjo, setelah itu di wariskan kepada kedua anaknya. Ayam cemani ini mempunyai kaitan dengan Legenda Ki Ageng Makukuhan karena paling bernilai dan dijadikan pengobatan ataupun bagian dari ritualnya.

Ayam cemani asal indonesia ini mempunyai warna bulu hitam, tetapi juga mempunyai kerabatnya yang berwarna putih. Ayam cemani ini termasuk ayam unggul yang dikembangkan oleh penduduk disana. Ayam cemani tidak untuk diambil dagingnya, telurnya maupun sabung ayam, tetapi awalnya dijadikan sebagai ayam keramat.

Macam-macam ayam cemani yang terdiri dari 4 macam ayam cemani sebagai berikut :

  • Ayam cemani hitam yang memiliki bulu berwarna hitam selain kloaka dan jengger yang masih berwarna merah, dan sisanya yang diselimuti seluruh tubuhnya warna hitam.
  • Ayam cemani sansekerta, warna hitam diselimuti seluruh tubuh, daging dan tulang tanpa terkecuali.
  • Ayam cemani putih, tubuh bulunya berwarna putih.
  • Ayam kedu merah, mempunyai warna bulu warna hitam tetapi merah pada jenggernya.

Ciri khas ayam cemani dilihat dari penampilannya :

  • Berat indukan sekitar 2-3 kg, untuk jantan sekitar 3-4 kg.
  • usianya 6-8 tahun.
  • bulu ekor naik.
  • berbulu padat.
  • bertubuh sedang.
  • Mata berwarna coklat gelap.
  • Ukuran jengger besar.
  • Warna cangkang telur berwarna coklat.
  • Indukan bisa memproduksi telur sekitar 160 butir per tahun.
  • 6 bulan waktunya untuk bertelur.

Demikianlah ayam cemani asal Indonesia berbulu hitam, semoga artikel ini bisa bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Comments are closed.